NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Negara maju adalah sebutan untuk negara
yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi
tinggi dan ekonomi yang merata. Kebanyakan negara dengan GDP per
kapita tinggi dianggap negara berkembang. Namun beberapa negara telah
mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi sumber daya alam (seperti
Nauru melalui pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui
pengambilan minyak bumi) tanpa mengembangkan industri yang beragam,
dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap memiliki status 'negara
maju'.
Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa
beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi
yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi
membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah
model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi.
Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari
negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme,
atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi.
-Pendapatan perkapita tinggi.
-Tingkat
Pendidikan tinggi.
-Persentase penduduk yang tinggal di kota lebih
banyak daripada penduduk yang tinggal di desa.
-Mata pencaharian
utama pendudk di bidang industri dan jasa.
-Tingkat Pengangguran
rendah.
-Fasilitas di segala bidang terpenuhi.
-Pertumbuhan
penduduk rendah.
-Tingkat produktifitas tinggi.
-Tidak
tergantung pada alam.
-Memiliki teknologi yang canggih
-Angka
kelahiran dan kematian rendah
-Banyaknya industri elektronika dan
transportasi
-Tingkat KKN rendah
Negara berkembang adalah istilah yang
umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan
material tingkat rendah. Karena tidak ada definisi tetap negara
berkembang yang diakui secara internasional, tingkat pembangunan bisa
saja bervariasi di dalam negara berkembang tersebut. Sejumlah negara
berkembang memiliki standar hidup rata-rata yang tinggi.
Negara
yang memiliki ekonomi yang lebih maju daripada negara berkembang
lainnya, namun tidak sepenuhnya menampakkan tanda-tanda negara maju
dikelompokkan dalam istilah negara industri baru.Ada berbagai kritik
terhadap pemakaian istilah 'negara berkembang'. Istilah ini
menekankan inferioritas sebuah 'negara berkembang' jika dibandingkan
dengan sebuah 'negara maju' yang tidak disukai oelh banyak negara.
Istilah ini seolah menekankan sebuah negara agar 'berkembang'
mengikuti model pembangunan ekonomi tradisional 'Barat' yang tidak
diikuti beberapa negara seperti Kuba.
Istilah 'berkembang' berarti
mobilitas dan tidak mengakui bahwa pembangunan menurun atau tetap di
sejumlah negara, terutama Afrika bagian selatan yang terkena dampak
parah dari HIV/AIDS. Dalam beberapa kasus, istilah negara berkembang
dapat dianggap sebagai eufemisme. Istilah ini berarti homogenitas
antara negara-negara tersebut yang sangat beragam. Istilah ini juga
berarti homogenitas di antara negara-negara tersebut ketika kekayaan
(dan kesehatan) sebagian besar atau kecil kelompok utama sangat
bervariasi.[rujukan?]
Umumnya, pembangunan memerlukan
infrastruktur modern (fisik dan institusional), dan perpindahan dari
sektor bernilai rendah seperti pertanian dan pengambilan sumber daya
alam. Sebagai perbandingan, negara maju biasanya memiliki sistem
ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan stabil
dalam sektor ekonomi tersier dan sektor ekonomi kuarter dan standar
hidup material tinggi. Tetapi, ada pengecualian utama ketika beberapa
negara yang dianggap maju memiliki banyak komponen industri primer
dalam ekonomi nasional mereka, seperti Norwegia, Kanada, Australia.
AS dan Eropa Tengah memiliki sektor pertanian yang sangat penting,
keduanya adalah pemain penting dalam pasar pertanian internasional.
Selain itu, pengambilan sumber daya alam dapat menjadi industri yang
sangat menguntungkan (bernilai tinggi) seperti pengeboran minyak.